Selasa, 21 Oktober 2014

Redaksional

NEWS TICKER
7 Video Porno Siswi SMP yang Menghebohkan Tanah Air »  Inilah 4 Fakta Video Mesum SMP IV Jakarta »  Inilah Photo Syur Sefty Sanustika, Istri Fathanah »  Foto Berseragam Mahasiswi Akbid Bugil itu Ternyata PSK »  Tes CPNS di Kepri 2013 Hanya di Natuna, Lingga dan Anambas »  Siswa SMP Ngaku 4 Kali Diajak Mesum Oleh Seorang Janda STW »  Gaya Hidup Anak Ahmad Dhani, Mulai Simpan Video Porno Sampai Bebas Pacaran »  Jadi Germo Pelacur di Bawah Umur, HF Bakal di-DO dari IPB »  Maafkan Mama, Nak…. »  Siswi Pemeran Video Mesum SMPN 4 Dikenal Nakal »  Guru Ngaji Pergoki Istri Mesum Dengan Kepala Sekolah di Ruang Tamu »  Inilah Fajrina Khairiza Pacar Dul, Kecil-Kecil Udah Berani Buka-Bukaan »  Lepas Jilbab, Sahara Jadi Bintang Film Porno »  Foto Mahasiswi Bugil di Facebook Bukan Dari Akbid Tanjungpinang »  Perang Riau Sebagai Titik Tolak Hari Jadi Tanjungpinang »  Harga Hewan Kurban Terus Naik »  Ritual Sekte Seks Bebas di Bandung, 1 Perempuan Layani 9 Pria »  Kakek Bejat, Berulang Kali Perkosa Cucu di Depan Adiknya »  Ternyata Siswi SMP 4 Sudah Tiga Kali Rekam Video Mesum di Sekolah »  Tes Honorer Jangan Dijadikan Kedok Untuk Muluskan Titipan » 
 
Home » Hiburan » Wisata » Wisata Magrove di Sungai Timun Rusak Parah
WISATA

Wisata Magrove di Sungai Timun Rusak Parah

Kamis, 29 Agustus 2013 14:06 WIB - 676 Kunjungan
Plantar di Tempat Wisata Mangrove Kota Piring Yang Rusak Parah (f.mori)

Plantar di Tempat Wisata Mangrove Kota Piring Yang Rusak Parah (f.mori)

TANJUNGPINANG, www.kepribangkit.com – Wisata pohon bakau atau lebih dikenal wisata mangrove yang berada di situs sejarah melayu kota Piring, Sungai Timun, kini mengalami kerusakan parah. Wisata magrove berada di Hulu Sungai Carang, Kota Tanjungpinang tersebut, mengelilingi peninggalan sejarah yang dibangun pada masa Sultan ke-VIII kerajaan Riau-Johor-Pahang-Lingga, Sultan Abdul Jalil Syah III (1623-1677) untuk menjadi pusat kerajaan yang secara resmi dipindahkan dari Johor pada masa Sultan Ibrahim Syah pada tahun 1677 sampai tahun 1685.

Padahal wisata magrove yang dibangun pada tahun 2012 ini sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Apalagi dengan adanya akses jembatan gugus Sei Carang yang dapat mempermudah jarak tempuh ke wisata alam tersebut, diperkirakan akan meningkatkan kunjungan para wisatawan ke daerah tersebut. Dengan adanya kerusakan plantar wisata magrove yang dibuat menggunakan papan ini, sangat berisiko kepada para pengunjung. Banyak papan yang telah copot maupun patah, selain itu kayu tonggak untuk pelantar tersebut mulai bayak yang patah dihantam ombak.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, Effiyar M Amin sangat memaklumi dan menyayangkan kerusakan yang terjadi. “Selain pengaruh bahan bangun yang terbuat dari kayu, kerusakan itu juga karena pengaruh alam serta adanya tangan-tangan jahil sehingga fasilitas wisata tersebut menjadi rusak,” ujarnya kepada kepribangkit.com pada hari Kamis (29/8).

Untuk itu, Dinas Pariwisata kota Tanjungpinang, lanjut Effiyar akan memperbaiki prasarana wisata magrove yang rusak. Diharapkan dengan perbaikan tersebut dapat menjadi wisata mangrove jadi kebanggaan kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri. “Kita akan bangun kembali. Tetapi tidak menggunakan bahan kayu lagi, tetapi menggunakan beton yang dapat bertahan lama. Apalagi harga kayu sekarang mahal. Kalau dengan beton bisa awet dan bertahan lama,” ungkapnya. (Mori)



comments powered by Disqus
Berita Lainnya