Jumat, 11 Juli 2014

Redaksional

NEWS TICKER
7 Video Porno Siswi SMP yang Menghebohkan Tanah Air »  Inilah 4 Fakta Video Mesum SMP IV Jakarta »  Inilah Photo Syur Sefty Sanustika, Istri Fathanah »  Tes CPNS di Kepri 2013 Hanya di Natuna, Lingga dan Anambas »  Foto Berseragam Mahasiswi Akbid Bugil itu Ternyata PSK »  Siswa SMP Ngaku 4 Kali Diajak Mesum Oleh Seorang Janda STW »  Gaya Hidup Anak Ahmad Dhani, Mulai Simpan Video Porno Sampai Bebas Pacaran »  Jadi Germo Pelacur di Bawah Umur, HF Bakal di-DO dari IPB »  Siswi Pemeran Video Mesum SMPN 4 Dikenal Nakal »  Inilah Fajrina Khairiza Pacar Dul, Kecil-Kecil Udah Berani Buka-Bukaan »  Lepas Jilbab, Sahara Jadi Bintang Film Porno »  Harga Hewan Kurban Terus Naik »  Perang Riau Sebagai Titik Tolak Hari Jadi Tanjungpinang »  Foto Mahasiswi Bugil di Facebook Bukan Dari Akbid Tanjungpinang »  Ternyata Siswi SMP 4 Sudah Tiga Kali Rekam Video Mesum di Sekolah »  Guru Ngaji Pergoki Istri Mesum Dengan Kepala Sekolah di Ruang Tamu »  Ritual Sekte Seks Bebas di Bandung, 1 Perempuan Layani 9 Pria »  Tes Honorer Jangan Dijadikan Kedok Untuk Muluskan Titipan »  Kakek Bejat, Berulang Kali Perkosa Cucu di Depan Adiknya »  Suporter Cantik dan Seksi, Sisi Lain Indahnya Piala Dunia 2014 » 
 
Home » Headline » RRI Pusat Launching Program Laut Biru di Bintan
HEADLINE

RRI Pusat Launching Program Laut Biru di Bintan

Kamis, 31 Januari 2013 22:48 WIB - 178 Kunjungan
Bupati Bintan Ansar Ahmad Menyerahkan Cinderamata kepada Dirut RRI Pusat Niken Rosarita W dan Kepala Badan Info Geopasial RRI Pusat Gatot Haryo P Dalam Acara Launching Program Laut Biru di Berakit (f.humas)

Bupati Bintan Ansar Ahmad Menyerahkan Cinderamata kepada Dirut RRI Pusat Niken Rosarita W dan Kepala Badan Info Geopasial RRI Pusat Gatot Haryo P Dalam Acara Launching Program Laut Biru di Berakit (f.humas)

BINTAN, www.kepribangkit.com – Bupati Bintan Ansar Ahmad SE MM melakukan dialog interaktif dalam program “Blue Ocean Radio” yang digelar oleh RRI Pusat Programa PRO 3 Jakarta bersama RRI Tanjungpinang di Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (31/01/2013). Program Blue Ocean Radio ini merupakan siaran langsung antara RRI Tanjungpinang dengan RRI Jakarta bersama RRI Ambon dan RRI Makassar yang dilaunchingkan di Kabupaten Bintan.

Acara Blue Ocean Radio juga menghadirkan langsung nara sumber yaitu Direktur Utama RRI Pusat Dra Rosarita Niken Widyastuti dan Badan Info Geospasial Gatot Haryo P, Badan Pengawas RRI Pusat Tyas Anggoro dan Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan Ir Tatang Suhenda.

Pada saat pembukaan dialog Bupati Bintan Ansar Ahmad mengatakan bahwa program Blue Ocean Radio adalah program pengembangan Laut Biru guna menjaga kelestarian laut di Bintan sebagai kawasan yang luar biasa. Bintan merupakan daerah berbasis kelautan 98,3% laut dan 1,3% daratan. Dimana 159 pulau tersebar di Bintan, 49 buah yang berpenghuni dalam usaha pengembangan dan memanfaatkan potensi laut secara maksimal.

Pemkab Bintan juga menyusun master plan dan pengembangan budidaya ikan kerapu dan zona kawasan nelayan tangkap. Bintan dikenal sebagai kawasan konservasi padang lamun, dimana terdapat 11 jenis spesies lamun dari 12 jenis yang ada di dunia. Lamun dikenal sebagai penghasil oksigen dan makanan ikan.

Di kawasan Berakit merupakan kawasan konservasi ikan duyung/dugong, yang dulunya ikan ini menjadi konsumsi masyarakat maka sekarang tidak diperbolehkan dan wajib dilestarikan. Program laut biru juga diterapkan di dalam pelajaran disekolah-sekolah melalui muatan lokal guna melestarikan laut biru, dengan distribusi buku-buku laut biru.

“Melalui cormap kita lestarikan laut biru dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Tahun 2011 kita sudah menganggarkan melalui APBD dan APBN sebesar Rp40 milyar untuk bantuan para nelayan. Sementara tahun 2012 lebih dari Rp26 milyar juga telah kita anggarkan untuk program yang sama,” kata Ansar dalam dialog tersebut.

Ditambahkan Ansar, saat ini Bintan telah menata dan membuat zona-zona pada kawasan pesisir, seperti zona karakteristik laut, zona mangrove, konservasi dan lain-lain. Pengembangan 10.500 rumah tangga nelayan dan pengusaha juga dibuat zonasi. Usaha nelayan budidaya dan nelayan tangkap, rumput laut juga dikembangkan. Pihaknya senantiasa memberikan pengertian dan pengarahan kepada masyarakat bahwa laut adalah kehidupan jangka panjang, tempat masyarakat mencari usaha yang harus tetap dilestarikan.

“Dulunya banyak pengemboman, sekarang sudah tidak ada lagi. Selain itu nelayan-nelayan asing yang masuk ke perairan juga selalu diawasi aparat berwenang dengan ketat,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama RRI Pusat Dra Rosarita Niken W mengatakan bahwa Program Laut Biru merupakan program baru RRI setelah sukses melaksanakan program Green radio (pelestarian lingkungan, dan penanaman pohon). Indonesia yang terdiri dari 75% laut dan 25% darat diharapkan dapat meningkatkan potensi Kelautan yang dimiliki, baik dalam bidang perikanan, wisata bahari, pertambangan laut, dan keanekaragaman biota laut.

Dipilihnya Kabupaten Bintan sebagai tempat launchingnya program Blue Ocean radio yang akan dilaksanakan oleh RRI di seluruh Indonesia ini dikarenakan Kabupaten Bintan merupakan kabupaten yang telah berhasil memakmurkan masyarakatnya dan melestarikan lautnya sehingga menjadi daerah yang indah dan bersih.

“Kabupaten Bintan sangat luar biasa dalam mengembangkan potensi lautnya, baik dalam bidang perikanan maupun wisata, dan dapat dijadikan contoh bagi daerah lainnya di indonesia,” tutur Niken.

Pada saat acara juga diserahkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Bintan kepada nelayan yaitu  bantuan pabrik es, bantuan rumah kemasan, pabrik pakan, kapal motor dan beberapa unit sampan. Kegiatan diakhiri dengan penanaman pohon bersama di Desa Berakit. (Desi)



comments powered by Disqus
Berita Lainnya