Rabu, 22 Oktober 2014

Redaksional

NEWS TICKER
7 Video Porno Siswi SMP yang Menghebohkan Tanah Air »  Inilah 4 Fakta Video Mesum SMP IV Jakarta »  Inilah Photo Syur Sefty Sanustika, Istri Fathanah »  Foto Berseragam Mahasiswi Akbid Bugil itu Ternyata PSK »  Tes CPNS di Kepri 2013 Hanya di Natuna, Lingga dan Anambas »  Siswa SMP Ngaku 4 Kali Diajak Mesum Oleh Seorang Janda STW »  Gaya Hidup Anak Ahmad Dhani, Mulai Simpan Video Porno Sampai Bebas Pacaran »  Jadi Germo Pelacur di Bawah Umur, HF Bakal di-DO dari IPB »  Maafkan Mama, Nak…. »  Siswi Pemeran Video Mesum SMPN 4 Dikenal Nakal »  Guru Ngaji Pergoki Istri Mesum Dengan Kepala Sekolah di Ruang Tamu »  Inilah Fajrina Khairiza Pacar Dul, Kecil-Kecil Udah Berani Buka-Bukaan »  Lepas Jilbab, Sahara Jadi Bintang Film Porno »  Foto Mahasiswi Bugil di Facebook Bukan Dari Akbid Tanjungpinang »  Perang Riau Sebagai Titik Tolak Hari Jadi Tanjungpinang »  Harga Hewan Kurban Terus Naik »  Ritual Sekte Seks Bebas di Bandung, 1 Perempuan Layani 9 Pria »  Kakek Bejat, Berulang Kali Perkosa Cucu di Depan Adiknya »  Ternyata Siswi SMP 4 Sudah Tiga Kali Rekam Video Mesum di Sekolah »  Tes Honorer Jangan Dijadikan Kedok Untuk Muluskan Titipan » 
 
Home » Nusantara » Ribut Soal Batas Tanah, Kakak Beradik Main Carok
NUSANTARA

Ribut Soal Batas Tanah, Kakak Beradik Main Carok

Jumat, 30 Agustus 2013 10:20 WIB - 240 Kunjungan
Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

LANGSA, www.kepribangkit.com–Pembagian harta warisan kerap menimbulkan cekcok antaranggota keluarga. Demikian juga halnya dengan Rahmadani (42), nyaris dijemput maut setelah bahu dan kepalanya ditebas parang. Pelaku keji tersebut adalah Zailani (50), abang kandung korban sendiri.

Akibat kejadian kemarin, ibu rumah tangga berdomisili di Gampong Geudubang Aceh, Langsa, Baro itu menjalani perawatan di RSU Cut Meutia PTPN-1 Langsa. Saat ditemui Metro Aceh (Grup JPNN) di ruangan medis, Kamis (29/8) siang, korban terlihat lemas dan mendapat perban bagian bahu dan kepala.

Menurut Kasat Reskrim Polres Langsa AKP Firdaus, menyebut insiden pembacokan terjadi kemarin sore sekira pukul 18.30 WIB.

“Ditebas parang di rumah abang kandung korban atas nama Jamil, yang berada di depan rumah Rahmadani di Gampong Geudeubang Aceh, Langsa Baroe. Saat itu korban sedang berada di rumah abang kandungnya Jamil, sedang menemani abangnya yang tiba-tiba jatuh pingsan. Sementara tersangka Zailani baru pulang dari kebun, usai mendapat laporan perihal abangnya (Jamil, red) pingsan kaget. Lalu melihat tanah warisan dekat rumah mereka telah dipatok jadi bergeser,” kata Kasat.

Selanjutnya tersangka naik pitam dan mencabut kayu patok dan membuangnya. Serta langsung pulang menuju rumah korban. Karena Rahmadani sedang berada di rumah abangnya Jamil, tersangka langsung menuju TKP dan tanpa basa basi langsung melayangkan parang kearah bahu kanan dan kepala korban.

Beruntung penganiayaan tak berlangsung lama, karena beberapa anggota keluarga yang berada di lokasi berhasil menghalau tersangka. Dalam kondisi berdarah-darah, IRT ini dilarikan ke rumah sakit Cut Mutia, PTPN I oleh suaminya. Sementara Zailani bersama barang bukti sebilah parang, langsung diamankan ke Mapolres Langsa untuk proses penyidikan.

Menurut Firdaus, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa motif pembacokan korban adalah kesalah pahaman.

“Masalah tapal batas tanah warisan yang dipatok oleh korban. Dimana tersangka menduga kalau abangnya, Jamil, yang juga abang korban pingsan gara-gara perselisihan patok tapal batas. Sehingga ZailaniĀ  yang baru pulang dari kebun jadi marah dan membacok si adik saat ditemui,” papar Kasat.

Sementara itu korban Rahmadani kepada Metro Aceh (Grup JPNN) menyebut, dirinya mendatangi kediaman abang kandungnya, Jamil, untuk menanyakan perihal pagar batas tanah warisan keluarga yang bergeser dari kesepakatan awal.

“Namun, tiba-tiba sesak abang kambuh dan membuat dia jatuh pingsan. Sehingga membuat keluarga panik dan langsung memanggil semua kerabat. Termasuk bang Zailani (TSK-red) yang sedang berada di kebun,” sebut korban seraya menambahkan sebelum pingsan tidak ada keributan atau pertengkaran antara dirinya dengan abangnya tersebut.

Lanjutnya, selang beberapa menit abangnya pingsan, tibalah pelaku dirumah dan langsung mencari dirinya sambil membawa sebilah parang di tangan. Melihat hal tersebut dirinya jadi takut dan bergegas untuk pulang kerumahnya yang berada didepan rumah abangnya yang pingsan.

Namun, naasnya belum sempat keluar, tiba-tiba tersangka sudah membacok bahu kanan dan kepala korban dengan parang dari arah depan hingga mengalami luka parah.

“Untung anggota keluarga dan warga di lokasi membantu, sehingga saya bila lari dan sembunyi di rumah sambil menunggu suami pulang,” sebut korban.

Sedangkan suami korban, Halamoan (43) mengatakan walaupun kasus tersebut masalah keluarga, namun dirinya menyerahkan penyelesiannya kepada hukum. “Intinya saya ingin kasus ini di proses hukum, biarkan hukum yang menentukan hukuman yang layak baginya,” demikian harapnya. (jpnn)



comments powered by Disqus
Berita Lainnya