Rabu, 22 Oktober 2014

Redaksional

NEWS TICKER
7 Video Porno Siswi SMP yang Menghebohkan Tanah Air »  Inilah 4 Fakta Video Mesum SMP IV Jakarta »  Inilah Photo Syur Sefty Sanustika, Istri Fathanah »  Foto Berseragam Mahasiswi Akbid Bugil itu Ternyata PSK »  Tes CPNS di Kepri 2013 Hanya di Natuna, Lingga dan Anambas »  Siswa SMP Ngaku 4 Kali Diajak Mesum Oleh Seorang Janda STW »  Gaya Hidup Anak Ahmad Dhani, Mulai Simpan Video Porno Sampai Bebas Pacaran »  Jadi Germo Pelacur di Bawah Umur, HF Bakal di-DO dari IPB »  Maafkan Mama, Nak…. »  Siswi Pemeran Video Mesum SMPN 4 Dikenal Nakal »  Guru Ngaji Pergoki Istri Mesum Dengan Kepala Sekolah di Ruang Tamu »  Inilah Fajrina Khairiza Pacar Dul, Kecil-Kecil Udah Berani Buka-Bukaan »  Lepas Jilbab, Sahara Jadi Bintang Film Porno »  Foto Mahasiswi Bugil di Facebook Bukan Dari Akbid Tanjungpinang »  Perang Riau Sebagai Titik Tolak Hari Jadi Tanjungpinang »  Harga Hewan Kurban Terus Naik »  Ritual Sekte Seks Bebas di Bandung, 1 Perempuan Layani 9 Pria »  Kakek Bejat, Berulang Kali Perkosa Cucu di Depan Adiknya »  Ternyata Siswi SMP 4 Sudah Tiga Kali Rekam Video Mesum di Sekolah »  Tes Honorer Jangan Dijadikan Kedok Untuk Muluskan Titipan » 
 
Home » Kepri » Pengabdian Guru di Pulau Karas, Abang, dan Terung
KEPRI

Pengabdian Guru di Pulau Karas, Abang, dan Terung

Sabtu, 11 Mei 2013 20:07 WIB - 379 Kunjungan
Guru Sedang Mengajar

Guru Sedang Mengajar (Republika)

BATAM,www.kepribangkit.com–Masyarakat Pulau Akar, Kelurahan Setokok mengeluhkan minimnya jumlah guru yang menginap di pulau tersebut. Ini membuat anak-anak kesulitan saat harus belajar sendiri di rumah. ”Kemarin waktu Ujian Nasional, anak-anak belajar sama Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Guru PAUD di sini untungnya bisa ngajarin,” kata Saerah, satu warga Pulau Akar.

Minat belajar anak-anak pulau Akar, kata Saerah, sangat besar. Mereka tetap berusaha belajar sendiri meski tidak ada guru. Kadang, mereka belajar kelompok di dalam masjid. Atau juga belajar kelompok dengan guru PAUD. ”Sayangnya disitu. Nggak ada guru di sini,” katanya lagi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Batam Muslim Bidin menyatakan, Disdik memang tidak mengharuskan para guru hinterland menginap di pulau tempat mereka mengajar. Guru-guru itu boleh melakukan perjalanan pulang-hari. Yakni, pulang dan pergi di hari yang sama. ”Untuk pulau-pulau yang dekat rasanya tidak ada masalah dengan itu,” kata Muslim.

Para siswa, kata Muslim, masih dapat belajar sesuai dengan jam belajar sekolah. Karena para guru memang dituntut untuk tepat waktu. Para siswa juga masih bisa mendapatkan tambahan pelajaran di luar jam sekolah. Ini karena masih ada sebagian guru yang menetap di pulau yang sama dengan tempatnya mengajar. ”Jadi, ada tidaknya guru yang menginap di satu pulau itu, tidak akan berpengaruh terhadap cara belajar siswa,” ucapnya.
Disdik, kata Muslim, telah menyiapkan sejumlah rumah dinas untuk para guru di pulau-pulau di luar Batam. Lantaran tak pernah digunakan, rumah dinas itu pun tak terurus.

Seperti di Pulau Akar. Enam unit rumah dinas tampak reyot. Hanya satu orang guru yang menghuni rumah itu. Dorakhim, namanya. ”Mungkin kalau disediakan fasilitas yang lebih baik, banyak yang mau menginap di sini,” kata Dorakhim, guru di SDN 003 Bulang.

Guru-guru yang wajib menginap di pulau adalah mereka yang mengajar di Pulau Karas, Pulau Abang, dan Pulau Terung. Pasalnya, lokasi pulau-pulau tersebut jauh dari Batam.

Pulang dan pergi dari Batam ke pulau-pulau tersebut akan membutuhkan waktu yang lebih lama ketimbang dari Batam ke Pulau Akar atau sebaliknya.
”Kalau untuk pulau-pulau itu (Pulau Karas, Pulau Abang, dan Pulau Terung, red) baru wajib untuk tinggal di sana,” sambung Muslim. (jpnn)



comments powered by Disqus
Berita Lainnya