Senin, 1 September 2014

Redaksional

NEWS TICKER
7 Video Porno Siswi SMP yang Menghebohkan Tanah Air »  Inilah 4 Fakta Video Mesum SMP IV Jakarta »  Inilah Photo Syur Sefty Sanustika, Istri Fathanah »  Foto Berseragam Mahasiswi Akbid Bugil itu Ternyata PSK »  Tes CPNS di Kepri 2013 Hanya di Natuna, Lingga dan Anambas »  Siswa SMP Ngaku 4 Kali Diajak Mesum Oleh Seorang Janda STW »  Gaya Hidup Anak Ahmad Dhani, Mulai Simpan Video Porno Sampai Bebas Pacaran »  Jadi Germo Pelacur di Bawah Umur, HF Bakal di-DO dari IPB »  Siswi Pemeran Video Mesum SMPN 4 Dikenal Nakal »  Maafkan Mama, Nak…. »  Guru Ngaji Pergoki Istri Mesum Dengan Kepala Sekolah di Ruang Tamu »  Inilah Fajrina Khairiza Pacar Dul, Kecil-Kecil Udah Berani Buka-Bukaan »  Lepas Jilbab, Sahara Jadi Bintang Film Porno »  Foto Mahasiswi Bugil di Facebook Bukan Dari Akbid Tanjungpinang »  Perang Riau Sebagai Titik Tolak Hari Jadi Tanjungpinang »  Harga Hewan Kurban Terus Naik »  Ritual Sekte Seks Bebas di Bandung, 1 Perempuan Layani 9 Pria »  Kakek Bejat, Berulang Kali Perkosa Cucu di Depan Adiknya »  Ternyata Siswi SMP 4 Sudah Tiga Kali Rekam Video Mesum di Sekolah »  Tes Honorer Jangan Dijadikan Kedok Untuk Muluskan Titipan » 
 
Home » Kepri » Hukum & Kriminal » Kajari Natuna Bantah Main Proyek
HUKUM & KRIMINAL

Kajari Natuna Bantah Main Proyek

Senin, 6 Januari 2014 11:22 WIB - 563 Kunjungan
Kasintel Kejaksaan Negeri Ranai Bendry Army, SH

Kasintel Kejaksaan Negeri Ranai Bendry Army, SH

NATUNA, www.kepribangkit.com –  Belakangan ini beredar luas di masyarakat tentang  short massage service (SMS) gelap yang berisi tentang sikap Kajari Natuna yang selalu mengintervensi panitia lelang, PPTK, SKPD, maupun Bupati Natuna untuk meminta jatah sejumlah proyek. Namun  SMS gelap tentang intervensi proyek tersebut dibantah keras oleh Kajari melalui Kasintel Kejadri Natuna Bendry Army.

Kepada www.kepribangkit.com, Senin (6/1), Bendry Army menjelaskan pihaknya sama sekali tidak pernah ikut mencampuri masalah pelelangan proyek di lingkungan Pemkab Natuna. “SMS itu tidak benar dan cenderung fitnah. Karena itu tidak perlu ditanggapi. Kita juga tidak tahu siapa penyebar SMS gelap tersebut,” jelas Bendry Army.

Kejaksaan Negeri Natuna, jelas Bendry, tidak akan mengambil langkah apa pun sehubungan beredarnya SMS gelap tersebut. “Tak perlu ditanggapi secara serius karena memang pengirim SMS beserta data lengkapnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bisa jadi itu hanya kerjaan orang iseng saja. Masako rang iseng kita tanggapi serius,” katanya sambil ketawa.

PUTRA KELANA sendiri juga mendapatkan kiriman SMS gelap yang isinya memojokkan Kajari Natuna tersebut. Isi SMS tersebut:  “Kpd. Yth. Kepala Kejaksaan Agung RI, kami selaku masyarakat tempatan merasa terganggu oleh Kajari Natuna yang selalu mengintervensi SKPD untuk meminta jatah proyek yang salah satunya : 1. Pembangunan jln Pantai Sisi Teluk Resak Kecamatan Serasan LOKPRI 2 DAK SPKP 2013 satu paket Rp. 7 Miliyar. 2. Pembangunan Jln. Air Raya Kecamatan Bunguran Timur lokpri 1 DAK SPKP 2013 nilai 9 Miliyar. Kami juga selaku kontraktor tidak berdaya dengan ikut campurnya kajari tersebut, dua proyek tersebut diberikan pada penguasa turunan. kami mohon agar bapak dapat menindak kajari yang nakal tersebut. Trims.”

Selain itu SMS tersebut juga menyinggung media yang bertugas di Kabupaten Natuna, yang berisikan : “Amat disayangkan media2 yang berada di Natuna sepertinya menutup mata akan keganasannya, apakah media punya kesalahan juga seperti kepala SKPD yang tak berdaya karena banyak salah sehingga takut diperiksa.”

Menanggapi hal tersebut, Bendry menghimbau, agar masyarakat dan media di Natuna tidak terpancing  dengan isi SMS gelap yang tidak jelas tersebut. Bendry menilai kerjasama yang sudah terjalin sejak lama antara kejaksaan dan media jangan sampai tercederai karena masalah SMS gelap.

“Kita sangat berharap  pembuat SMS itu berani memunculkan diri dan mencantumkan nama pengirim dan diperkuat dengan data akurat serta berani bertanggung jawab. Kalau memang benar dan dilengkapi data dan bukti kuat tentu kami juga tidak akan tinggal diam,” kata Bendry menegaskan. (Hardiansyah)



comments powered by Disqus
Berita Lainnya