Minggu, 23 November 2014

Redaksional

NEWS TICKER
7 Video Porno Siswi SMP yang Menghebohkan Tanah Air »  Inilah 4 Fakta Video Mesum SMP IV Jakarta »  Inilah Photo Syur Sefty Sanustika, Istri Fathanah »  Foto Berseragam Mahasiswi Akbid Bugil itu Ternyata PSK »  Tes CPNS di Kepri 2013 Hanya di Natuna, Lingga dan Anambas »  Siswa SMP Ngaku 4 Kali Diajak Mesum Oleh Seorang Janda STW »  Gaya Hidup Anak Ahmad Dhani, Mulai Simpan Video Porno Sampai Bebas Pacaran »  Maafkan Mama, Nak…. »  Jadi Germo Pelacur di Bawah Umur, HF Bakal di-DO dari IPB »  Siswi Pemeran Video Mesum SMPN 4 Dikenal Nakal »  Guru Ngaji Pergoki Istri Mesum Dengan Kepala Sekolah di Ruang Tamu »  Inilah Fajrina Khairiza Pacar Dul, Kecil-Kecil Udah Berani Buka-Bukaan »  Lepas Jilbab, Sahara Jadi Bintang Film Porno »  Foto Mahasiswi Bugil di Facebook Bukan Dari Akbid Tanjungpinang »  Perang Riau Sebagai Titik Tolak Hari Jadi Tanjungpinang »  Harga Hewan Kurban Terus Naik »  Ritual Sekte Seks Bebas di Bandung, 1 Perempuan Layani 9 Pria »  Kakek Bejat, Berulang Kali Perkosa Cucu di Depan Adiknya »  Ternyata Siswi SMP 4 Sudah Tiga Kali Rekam Video Mesum di Sekolah »  Bapak Mertua Berhati Iblis » 
 
Home » Headline » Gila, Gara-Gara Utang Sabu Istri Rekan Diperkosa
HEADLINE

Gila, Gara-Gara Utang Sabu Istri Rekan Diperkosa

Jumat, 10 Mei 2013 9:26 WIB - 2730 Kunjungan
Ilustrasi

Ilustrasi

MEDAN,www.kepribangkti.com–Gara-gara tak bayar utang sabu, seorang bandar narkoba bernama Furkan Nurdin, diculik rekan bisnisnya, Rabu (8/5) dinihari, sekitar pukul 01.00 WIB. Sang istri juga jadi korban kebiadaban para penculik.

Empat penculik Furkan juga memperkosa istrinya. Informasi diterima JPNN, aksi penculikan itu bermula saat korban tengah duduk di warung di kawasan Jalan Binjai Km 13,7, Selasa (7/5) dini hari lalu, sekira pukul 01.00 WIB. Tiba-tiba, para tersangka yang menumpangi sebuah mobil Xenia itu, mendatangi korban. Dengan tidak membuang waktu, para tersangka itu langsung memukuli korban.

Karena situasi di warung tersebut sedang sepi, membuat para pelaku leluasa melancarkan penganiayaan pada korban. Meski korban sudah terkulai bersimbah darah, tidak membuat para pelaku berhenti. Korban diseret dan dimasukkan ke dalam mobil.

Selanjutnya, korban kembali dianiaya di dalam mobil itu. Bahkan, untuk membuat situasi aman, para pelaku menutup mata dan mulut korban menggunakan lakban. Begitu juga dengan tangan dan kaki korban, diikat agar tidak bisa melakukan perlawanan. Selanjutnya, korban dibawa ke sebuah gudang.

Kekejaman para pelaku itu tidak sampai di situ. Mereka juga menghubungi isteri korban, Nur Ainun,23, via telepon dan meminta uang tebusan sebesar Rp20 juta. Karena tidak memiliki uang sebanyak itu, Nur Ainun mentransfer uang sebesar Rp11 juta ke rekening Bank BRI milik tersangka Deni Syahputra.

Karena uang yang ditransfer Nur Ainun itu belum sesuai dengan permintaan, pada malam harinya tersangka Deni kembali menghubungi Nur Ainun dan meminta Nur Ainun untuk datang ke penginapan Citra di kawasan Jalan Aksara. “Katanya suami saya ada bersama dia di hotel itu. Tapi begitu saya tiba, ternyata suami saya tidak ada. Di dalam kamar hotel itu, pelaku mengancam saya pakai pisau dan mengatakan kalau suami saya akan dibunuhnya bila saya tidak memenuhi permintaannya. Saat itu lah, dia meniduri saya sebanyak 2 kali,” ungkap Nur Ainun di hadapan sejumlah wartawan saat di ruang unit VC Polresta Medan.

Ternyata, kepergian Nur Ainun ke hotel itu diikuti oleh ayah angkat Nur Ainun, Anto. Pria berusia 55 tahun itu lantas menemukan Nur Ainun keluar dari dalam hotel dengan perasaan kecewa dan raut wajah sedih.

Mereka lalu melapor ke polisi. Akhirnya korban bisa dibebaskan polisi dalam waktu beberapa jam saja, tepatnya pukul 03.00 WIB. Korban dibebaskan polisi dari sebuah rumah di Jalan Karya Pelita, Tembung.

Sedangkan 4 pelaku penculikan, penyekapan dan penyiksaan, juga berhasil dibekuk. Masing-masing, Ridwan ,43, warga Jalan Ambai Kecamatan Medan Tembung, Deni Syahputra Lubis,32, dan Iwan Setiawan,43, keduanya warga Jalan Karya Pelita Tembung dan Izrai,36, warga Jalan Pimpinan Gang Amal Kecamatan Medan Perjuangan. Ketiganya ditangkap Satuan Reskrim Polresta Medan dari 3 tempat terpisah. (jpnn)



comments powered by Disqus
Berita Lainnya